Love Vs Story merupakan sebuah cerita yang akan saya ceritakan berdasarkan pengalaman dalam perjalanan hidup ini.
 
Love Vs Story atau kata dalam bahasa indonesia ialah cinta melawan cerita.
Judul ini hanyalah sebuah khayalan yang mewakili sebuah kisah nyata yang pernah ada atau mungkin sekarang pun masih ada.

Cinta melawan cerita
kata Cerita “Cinta merupakan suatu perjalanan hidup yang sia-sia atau juga bisa merupakan sebuah kata atau istilah gila, buta, tuli dan sebagainya”. 

Kata cinta “cerita itu merupakan sebuah kebohongan besar, karena telah mengfitnah cinta.”dan kata cinta “cerita tidak akan pernah terjadi, jika cerita itu tidak didasari dengan Pengalaman” Itulah istilah yang akan ada dan selalu bertantangan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Cerita kadang bisa benar, namun cerita juga bisa salah. Begitupun dengan cinta, cinta itu kadang benar bahkan bisa juga salah. 

Didalam hidup ini, tidak selamanya apa yang akan terucap dari bibir ini adalah merupakan suatu hal  yang benar,akan  tetapi  wajar-wajar  saja jika semuanya itu dikeluarkan dalam bentuk pikiran dengan lisan maupun tulisan, sebagai kebebasan berpendapat.



Kisah nyata yang sering terjadi antara “Love Vs Story” atau “Cinta Melawan Cerita” adalah sebagai berikut :

Cinta
Cinta selalu merasa bahwa dirinya merupakan hal yang paling indah dalam  hidup tanpa pernah mempertimbangkan apa yang pernah diucapkan oleh “carita”, sehingga ia melakukan apa yang ia inginkan dengan sewenang-wenang terhadap hidupnya hingga akhirnya bisa berakhir dengan “bahagia” maupun kadang ia “tidak bahagia  atau membenci dirinya sendiri”. 

Untuk cinta  yang  berakhir dengan bahagia ini, kadang selalu mengindahkan dirinya(cinta) dalam hidupnya sehingga bisa dikatakan bahwa “cinta merupakan sebuah keabadian dalam kebahagiaan”. Akan tetapi,

Untuk cinta yang berakhir dengan tidak bahagia ini, ialah cinta yang pernah mengandalkan cinta, akan tetapi beralih menjadi cerita. Sehingga ketika pada suatu saat nanti ia mendengarkan tentang cinta, maka dia tidak akan pernah percaya, karena sekarang ia telah menjadi sebuah cerita.

Diatas merupakan dua buah istilah yang selalu bertantangan dan mempertahankan sesuatu yang merupakan sebuah kenyataan, sehingga akhirnya akan tetap seperti apa yang “cinta pikirkan tentang dirinya”, maupun apa yang “cerita pikirkan tentang dirinya”.

Cerita
Cerita selalu berpikir bahwa apa yang ia ceritakan  merupakan suatu hal yang paling benar dan tak pernah mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi dengan cinta, hingga akhirnya cerita ini kadang berpikir bahwa cinta itu selalu tidak akan sama maupun akan selalu bertantangan dengan dirinya(cerita). Ketika telah terpaku pada pendiriannya cerita ini akhirnya menjadi bosan, hingga pada alhirnya cerita ini memutuskan untuk menjelajahi yang namanya cinta.

Dalam perjalanan cerita menelusuri cinta, akhirnya cerita ini terbagi menjadi dua bagian, hingga menjadi sebuah “cerita yang tetap percaya pada dirinya” maupun menjadi “cerita yang membenci dirinya”.
Untuk cerita yang tetap percaya pada  dirinya ini, ialah Cerita yang semakin kuat dan bahkan tidak akan pernah terganggu lagi dalam cerita, karena bagi cerita  apa yang telah ia lakukan itu telah membuktikan  bahwa semua yang cerita alami adalah benar. Sedangkan 

Untuk cerita yang membenci dirinya ini, ialah cerita yang tidak akan pernah percaya pada dirinya lagi, karena sebuah alasan yaitu telah salah menilai cinta. Hingga akhirnya ia berubah dan menjadi cinta sampai selama-lamanya, dan bukan cerita lagi.

Hinga  akhir dari sebuah kisah, cinta yang membenci dirinya dan menjadi cerita sadar bahwa tanpa cinta, ia tidak akan bisa menjadi cerita. Begitu pula sebaliknya, cerita yang membenci  dirinya dan  menjadi cinta sadar bahwa tanpa cerita, ia tidak akan bisa mejadi cinta.

Sebuah  khayalan dari sebuah kisah nyata, yang memperoleh sebuah kesimpulan  dari “Love Vs Story” ialah cerita jangan pernah terjadi  sebelum melaksanakan atau menjalani sebuah cinta, begitu pula cinta, jangan pernah membenci cerita karena nasibmu tak seberuntung cerita


By :  Mr. Ts.

Author image
About the Author :

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer nec odio. Praesent libero. Sed cursus ante dapibus diam. Sed nisi. Nulla quis sem at nibh elementum imperdiet. Duis sagittis ipsum.

Connect with him on :